Rabu, 27 April 2011

HATI



Hati
Hati adalah salah satu organ tubuh yang paling sibuk. Hati adalah organ dalam yang terbesar yang juga me-rupakan sebuah kelenjar, yang merupakan kelenjar terbesar dalam tubuh. Hati adalah mesin yang luar biasa, sebuah laboratorium sendiri.
Hati terletak langsung di bawah rongga dada di sisi kanan perut dan melebar ke bagian tengah hing-ga ke sisi kiri. Hati dilindungi oleh tulang rusuk di bagian depan dan belakang. Pada orang dewasa, berat hati sekitar 3-4 pon (1,5 - 2 kg) dan berwarna merah gelap atau coklat. Hati dibagi atas empat serambi, atau bagian, dengan dua bagian pokok di sebelah bawah. Hati di sisi kanan adalah lebih besar daripada yang di sisi kiri.

Fungsi
Hati memiliki begitu banyak fungsi dan sangat rumit. Hati adalah organ vital dan kematian seringkali terjadi antara 8 hingga 24 jam setelah hati berhenti bekerja.

Menghasilkan empedu
Salah satu dari fungsi penting hati adalah meng-hasilkan cairan empedu yang membantu pencernaan di dalam usus halus. Sekitar setengah liter atau lebih cairan empedu dikeluarkan ke dalam usus halus setiap hari. Cairan empedu dikeluarkan oleh hati secara terus menerus dan sebagian disimpan dalam kantung empedu. Ketika pencernaan berlangsung, cairan empedu dilepaskan ke dalam usus melalui saluran yang disebut saluran empedu biasa. Cairan empedu membantu cairan pencernaan agar tetap bersifat alkalin. Cairan empedu juga membantu cairan pankreas untuk mencerna lemak. Ketika hati tidak mengeluarkan cairan empedu, maka terjadi kondisi yang disebut penyakit kuning (jaundice). Kulit dan jaringan lainnya berubah menjadi kuning dan makan-an tidak dapat dicerna secara sempurna.
Darah dari lambung dan usus masuk ke dalam hati melalui pembuluh darah portal. Ketika darah me-lewati pembuluh kapiler hati, hati dibersihkan dari sampah dan racun-racun. Hati juga mengambil karbo-hidrat dari darah dalam bentuk gula sederhana, dan mengubahnya menjadi glikogen. Glikogen disimpan di dalam hati, otot dan kulit. Glikogen dapat segera diubah menjadi glukosa ketika organ tubuh lainnya membutuhkan energi. Glikogen sangat mendasar bagi otak, karena otak tidak dapat menyimpan glukosa dan sangat bergantung kepada hati untuk menyediakannya secara teratur.

Reaksi terhadap insulin
Hormon insulin dicurahkan ke dalam darah oleh pan-kreas. Insulin memberitahu hati kapan mengeluarkan sisa gula dari dalam darah dan mengubahnya men-jadi glikogen. Dengan cara ini, glikogen dalam hati mengatur kadar gula  dalam darah. Diabetes timbul sebagai akibat dari ketidakmampuan untuk meng-hasilkan insulin dan/atau hati tidak dapat bereaksi terhadap insulin. Akibatnya, terjadi penumpukan gula dalam jumlah besar di dalam darah.
Hati juga menyimpan vitamin A, D dan kelom-pok B kompleks, ditambah mineral-mineral. Hati sen-diri mengandung B12 yang penting untuk meng-hasilkan sel-sel darah merah secara normal. Vitamin-vitamin dan mineral-mineral ini dikeluarkan dari hati ketika bagian tubuh lainnya memerlukannya.

Membantu darah
Ada tiga protein darah yang pokok yang dibuat oleh hati. Albumin menurunkan aluran darah ke dinding-dinding pembuluh kapiler. Albumin membantu mence-gah edema, yaitu kelebihan cairan dalam sel. Globulin mengandung zat daya tahan tubuh yang memberi ketahanan kepada tubuh terhadap penyakit. Dan fibrinogen adalah zat yang menyebabkan pembekuan darah.

Membentuk urea
Fungsi penting hati lainnya adalah menghasilkan urea dari zat nitrogen yang berasal dari makanan ber-protein. Ketika protein dicerna di dalam lambung, darah membawa zat nitrogen ke dalam hati. Setelah urea dibentuk di dalam hati, urea dikeluarkan ke dalam darah untuk dibawa ke dalam ginjal. Urea kemudian dikeluarkan dari dalam tubuh melalui air kencing. Maka, jelaslah jikalau kita terlalu banyak makan protein akan menjadi beban bagi hati dan ginjal. Urea adalah bahan sampah dan terlalu banyak urea akan membekukan sistem dan meracuninya.

Cara-cara membahayakan hati
Berikut ini adalah daftar cara-cara yang membahaya-kan hati atau menghambat hati untuk berfungsi secara benar.
1)       Kurang udara. “Lambung, hati, paru-paru dan otak menderita karena kekurangan menghirup udara dalam-dalam dan penuh.”—2 Testimonies, hlm. 67.
2)       Terlalu banyak makan. “Mereka sangat lekat menggunakan pikiran mereka untuk buku-buku, namun makan seukuran orang yang bekerja fisik … Hati menjadi terbeban, dan tidak mampu mem-buang sampah-sampah tubuh di dalam darah, dan penyakit adalah akibatnya.” --3 Testimonies, hlm. 490.
3)       Pakaian terlalu ketat. “Pakaian perempuan harus diatur supaya longgar, di sekitar pinggang, se-hingga ia dapat bernafas tanpa hambatan sedikit-pun…Tekanan pada pinggang melemahkan otot organ pernapasan…Jantung, hati, paru-paru, limpa, dan lambung berdesak-desakan, sehingga tidak ada kesempatan bagi organ-organ tersebut untuk bekerja secara sehat.”—Healthful Living, hlm. 122.
4)       Kurang gerak badan. “Kebiasaan untuk meng-hindari udara dan gerak badan, menutup pori-pori, --yaitu mulut-mulut kecil yang melaluinya tubuh bernafas,--sehingga tidak saluran-saluran itu tidak mungkin mengeluarkan sampah-sampah. Beban pekerjaan ini dilemparkan kepada paru-paru, ginjal, dll., dan organ-organ dalam ini terpaksa melakukan pekerjaan yang seharusnya dilakukan oleh kulit.”—2 Testimonies, hlm. 524.
5)       Penggunaan obat-obatan. “Penyakit-penyakit yang diobati oleh obat-obatan mungkin hilang, namun akan muncul kembali dalam bentuk yang baru, seperti penyakit-penyakit kulit, borok-borok, sakit pada persendian, dan kadangkala dalam bentuk yang lebih berbahaya dan mematikan. Hati, jantung dan otak seringkali dipengaruhi oleh obat-obatan, dan seringkali organ-organ ini dibe-bani dengan penyakit… Organ-organ ini, yang seharusnya dalam kondisi sehat, menjadi lemah dan darah menjadi tidak bersih.”—Healthful Living, hlm. 185, 186.

Cara-cara memperbaiki fungsi hati
Setelah kita melihat beberapa hal yang mem-bahayakan hati, marilah sekarang kita melihat cara-cara untuk memperbaiki fungsi hati dan menolong untuk melakukan pekerjaan yang harus dilakukannya bagi sistem yang sehat.
1)       Gerak badan di udara segar. “Gerak badan di pagi  hari, berjalan di udara surgawi yang bebas dan memberi semangat, atau menanam bunga-bungaan, buah-buahan kecil, dan sayur-sayuran, adalah perlu bagi peredaran darah yang sehat. Ini adalah penjaga yang ampuh melawan pilek, ba-tuk, penyumbatan dalam otak dan paru-paru, pembengkakan hati, … dan seratus jenis penyakit lainnya.”—Healthful Living, hlm. 131.
2)       Pekerjaan yang berguna. “Pekerjaan yang ber-guna akan memberi latihan kepada otot-otot yang lemah, menghidupkan darah yang berhenti dalam sistem, dan membangunkan hati yang lamban untuk melakukan pekerjaannya. Peredaran darah akan menjadi seimbang, dan seluruh sistem dihidupkan untuk mengatasi kondisi-kondisi yang buruk.”—Healthful Living, hlm. 134.
3)       Mandi. “Mandi membantu perut, lambung, dan ha-ti, memberi semangat dan hidup baru kepada masing-masing organ-organ tersebut.”–3 Testi-monies, hlm. 70.






Tidak ada komentar:

Poskan Komentar